Beranda / Kampus / SEMAKIN DEKAT MENUJU DOKTOR; MARYAM H. DUMAKO TUNTASKAN FGD PENGEMBANGAN MODUL AJAR 7 KAIH

SEMAKIN DEKAT MENUJU DOKTOR; MARYAM H. DUMAKO TUNTASKAN FGD PENGEMBANGAN MODUL AJAR 7 KAIH

GORONTALO – Perjalanan akademik Ibu Maryam H. Dumako menuju gelar Doktor semakin dekat. Dosen FKIP Universitas Pohuwato yang saat ini menempuh S3 Pendidikan di Universitas Negeri Gorontalo (UNG) ini baru saja menyelesaikan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertempat di Aula Sidang lantai 2 Pascasarjana UNG (30/10/2026), FGD ini sebagai salah satu syarat penting menuju Ujian Hasil penelitiannya.

FGD ini bukan sekadar formalitas. Di forum inilah modul ajar 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) yang beliau kembangkan untuk guru dan orang tua diuji secara terbuka.

Dihadapan Promotor; Prof. Dr. Novianty Djafri, S.Pd.I., M.Pd.I dan Co Promotor; Dr. Pupung Puspa Ardini, M.Pd serta Dr. Mohamad Zubaidi, M.Pd, team Validator, Kepala Dinas Pendidikan Pohuwato; H. Arman Mohamad, S.Pd.I., M.Si. yang hadir via zoom, Dekan FKIP Dr. Dra. Hj. Rusni Djafar, MPA, Pengurus Yayasan YPIPT Ichsan; Yuni Abdussamad, Kabid PAUD dinas Pendidikan Pohuwato, Kabid Perpustakaan Pohuwato, Kepala sekolah dan guru PAUD, orang tua, dosen, dan praktisi pendidikan, Maryam memaparkan gagasannya yang sangat membumi: bahwa 7 KAIH tidak akan jalan kalau hanya dibebankan ke sekolah.

“7 KAIH itu harus hidup di dua tempat, di sekolah bersama guru, dan di rumah bersama orang tua. Kalau salah satunya putus, kebiasaan baik anak tidak akan menjadi habit setiap hari,” ujar Maryam dalam pemaparannya.

Modul yang beliau kembangkan ini dirancang agar mudah dipakai. Untuk guru, modulnya berisi aktivitas harian yang praktis dan tidak menambah beban administrasi. Untuk orang tua, modulnya berisi panduan sederhana yang bisa dilakukan di rumah, mulai dari membiasakan bangun pagi, beribadah, makan sehat, hingga tidur tepat waktu, Terdapat Modul untuk anak dan juga Video 7 KAIH.

Para peserta FGD memberikan banyak masukan tajam, terutama soal tantangan nyata di lapangan: anak kecanduan gawai, orang tua yang sibuk kerja, hingga keterbatasan ekonomi keluarga. Semua masukan itu justru menjadi penguat bagi penelitian Maryam.

“Saya tidak mau modul ini hanya bagus di atas kertas. Saya mau modul ini benar-benar dipakai dan dirasakan manfaatnya oleh guru dan orang tua di PAUD,” tambahnya.

Dengan selesainya FGD ini, Maryam H. Dumako kini tinggal beberapa langkah lagi menuju Ujian Promosi. Jika lulus, beliau akan resmi menyandang gelar Doktor Pendidikan dan menjadi salah satu aset penting bagi FKIP Universitas Pohuwato dan dunia PAUD di Gorontalo.

Perjuangan beliau menjadi bukti bahwa dosen perempuan dari daerah juga bisa bersaing di level Doktoral dengan riset yang berdampak langsung ke masyarakat, bukan hanya untuk gelar.

Selamat dan sukses untuk Calon Doktor Maryam H. Dumako. Kami menunggu kabar baik dari Ujian Hasil, Tutup dan Promosinya!.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *