
Kecelakaan bukan sesuatu yang kita inginkan. Kecelakaan membuat banyak hal menjadi tertunda dan fokus utama perhatian kita adalah pada proses penyembuhan luka pasca celaka. Urusan adminitrasi kantor terbengkalai, Jam mengajar di Sekolah dan Kampus pun terabaikan.
Namun, Ternyata ada hal yang menjadi Obsesi dari orang yang mengalami kecelakaan, bukan luka dan rasa sakitnya, bukan waktu yang terbuang tidak produktif karena fokus pada penyembuhan luka. Tapi adalah rasa cemas dan was-was akan orang-orang tersayang apabila kita sampai meninggalkan mereka.
Bdw, Guys, Apa itu obsesi sih?, menurut ChatGPT bahwa Obsesi adalah pikiran, keinginan atau ketertarikan yang sangat kuat terhadap sesuatu atau seseorang, sampai hal itu terus-menerus memenuhi pikiran kita dan terkadang sulit dikendalikan. Contohnya bisa terjadi dalam berbagai hal. pertama Obsesi terhadap sesuatu. Seseorang terus memikirkan suatu hobi, barang, atau cita-cita sampai sulit mengalihkan perhatiannya. Kedua, Obsesi terhadap kesuksesan. Seseorang sangat ingin berhasil hingga terus berusaha mencapai tujuannya, tetapi bisa menjadi masalah jika ia mengabaikan kesehatan dan kehidupan pribadinya. Terakhir, Obsesi terhadap uang. Seseorang terus memikirkan cara mendapatkan uang dan merasa tidak pernah cukup, meskipun sudah memiliki banyak.
Ah, terlalu banyak jawaban dari ChatGPT, mari kita tinggalkan sejenak dia. Maka saya punya Definisi Sendiri terhadap obsesi. Bahwa obsesi adalah “Pikiran akan suatu hal yang selalu menyelimuti kita setiap waktu”. Termasuk rasa cemas dan kekhawatiran. Orang celaka punya banyak kekhawatiran pasca ia mengalami kecelakaan.
Kekhawatiran akan anak yang masih kecil yang tentu sangat membutuhkan kehadiran kita, anak yang belum selesai dengan pendidikannya, Istri yang belum kita benar-benar bahagiakan, serta orang tua yang sudah lama belum kembali kita kunjungi keberadaanya. Termasuk ketika menghadap-NYA kita belum mempersiapkan apa-apa.
Selalu berhati-hati berkendara, ada anak istri dan keluarga di rumah. Kita tidak pernah tahu kapan akan celaka. Orang mahir berkendara saja pasti pernah celaka dan peluang celaka masih ada.
Oleh: Ahmad Hiola, orang yang baru celaka.